Gembleng Mental Calon Pemimpin, Siswa SMKN 1 Pakem "Disatroni" Truk Militer


BONDOWOSO – Deru mesin truk militer milik Batalyon Infanteri (Yonif) 514/Sabbadha Yudha memecah kesunyian pagi di SMKN 1 Pakem, Rabu (21/1) Pukul 06.00 WIB. Puluhan siswa tampak sigap berbaris, bersiap menaiki kendaraan angkut personel militer tersebut untuk mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). Bukan untuk simulasi tempur, melainkan untuk menempa mental menjadi calon pemimpin masa depan.

Persiapan Menuju Lokasi "Beach Forest" Situbondo

Pelaksanaan LDKS tahun ini terasa berbeda dan lebih intens. Dengan dukungan penuh dari Yonif 514/SY, para peserta tidak hanya mendapatkan materi kepemimpinan, tetapi juga merasakan atmosfer kedisiplinan prajurit sejak keberangkatan. Mobilisasi peserta menggunakan truk militer menjadi magnet tersendiri yang membangkitkan adrenalin sekaligus rasa bangga para siswa.

Tujuannya adalah Beach Forest, Situbondo. Destinasi wisata yang biasanya tenang, mendadak berubah menjadi kawah candradimuka bagi calon-calon pemimpin masa depan. Di bawah terik matahari pesisir yang menyengat, para siswa digembleng untuk melampaui batas kemampuan diri dalam agenda yang berlangsung sehari penuh tersebut.

Kepala SMKN 1 Pakem, Tri Andoko Pramono, S.T., mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan TNI merupakan langkah strategis untuk menanamkan karakter "baja" kepada siswa. Menurutnya, tantangan dunia industri di masa depan membutuhkan lebih dari sekadar kecerdasan akademik.

"Kami ingin lulusan SMKN 1 Pakem memiliki kedisiplinan tingkat tinggi. Melalui LDKS satu hari ini, kami mengadopsi semangat juang TNI agar siswa memiliki integritas dan ketahanan mental yang kuat sebelum mereka terjun ke organisasi sekolah maupun dunia kerja," tegas Tri Andoko di sela-sela peninjauan kegiatan.

Para peserta sedang mengikuti materi

Senada dengan hal tersebut, Koordinator LDKS SMKN 1 Pakem, Miftahus Surur, S.Kom., menjelaskan bahwa kurikulum pelatihan telah dipadatkan secara efektif agar materi kepemimpinan, manajemen organisasi, hingga PBB (Peraturan Baris Berbaris) dapat terserap maksimal dalam waktu satu hari.

"Meskipun singkat, intensitasnya kami jaga. Fokus utama adalah pembentukan mindset solutif. Kehadiran personel dan armada dari Yonif 514 sangat membantu dalam menciptakan suasana latihan yang serius namun tetap edukatif. Ini adalah bentuk simulasi nyata bagi mereka tentang pentingnya garis komando dalam organisasi," urai Miftahus.

Antusiasme peserta pun terpancar jelas, salah satunya dari Supyan, peserta LDKS yang tampak bersemangat meski harus menjalani latihan fisik di bawah terik matahari. Bagi Supyan, pengalaman naik truk militer dan dilatih langsung oleh instruktur berpengalaman adalah momen langka.

"Jujur, awalnya tegang karena melihat truk militer masuk sekolah. Tapi setelah dijalani, saya bangga sekali. Kami diajarkan bahwa pemimpin itu bukan soal memerintah, tapi soal memberi contoh dan tanggung jawab. LDKS ini benar-benar mengubah cara pandang saya tentang disiplin," ujar Supyan dengan wajah penuh peluh namun sumringah.

Foto Bersama 

Kegiatan yang berakhir pada sore hari tersebut ditutup dengan upacara pengukuhan. Harapannya, semangat yang dibawa dari bak truk militer Yonif 514/SY tidak berhenti di lapangan sekolah, melainkan terus mengalir dalam budaya belajar di SMKN 1 Pakem. (adv/red)

2 komentar: