Bebas Senioritas dan Asap Rokok, SMKN 1 Pakem Sulap MPLS 2026 Jadi "Rumah Kedua" Siswa Baru


 

BONDOWOSO — Suasana riuh nan penuh semangat membungkus Ruang Utama SMK Negeri 1 Pakem, Bondowoso, pada Senin (13/7/2026) pagi. Para murid baru secara resmi memulai perjalnan putih-abu-abu mereka melalui Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026. Berlangsung hingga Jumat (17/7/2026) mendatang, agenda tahunan ini tidak hanya menjadi ajang adaptasi, melainkan panggung deklarasi komitmen bersama menuju lingkungan belajar yang sehat, aman, dan berintegritas.


Momen puncak pembukaan ditandai dengan seruan tajam "Gema Integritas Sekolah" serta pembacaan Deklarasi Anti-Rokok Konvensional dan Elektrik. Di hadapan seluruh pasang mata, semua warga sekolah berkomitmen tegas membebaskan area SMKN 1 Pakem dari paparan bahaya nikotin jenis apa pun.

Kepala SMKN 1 Pakem, Tri Andoko Pramono, S.T., menegaskan bahwa konsep "MPLS Ramah" ini dirancang khusus untuk mengikis stigma lama tentang orientasi sekolah yang identik dengan perpeloncoan.

"Kami ingin memastikan bahwa sejak hari pertama melangkah ke sekolah ini, para siswa merasa disambut hangat. SMKN 1 Pakem harus menjadi 'rumah kedua' yang aman dan nyaman bagi mereka untuk tumbuh dan bereksplorasi," tegas Tri Andoko di sela-sela kegiatan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia MPLS, Miftahus Surur, S.Kom., Gr., menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan mengedepankan pendekatan humanis dan terukur. Pendekatan ini dimulai dari tahap deteksi dini melalui asesmen kondisi sosial-emosional, tingkat konsentrasi, literasi, bakat, hingga kebugaran fisik peserta didik baru.


"Hukuman fisik dan budaya senioritas memang sudah lama kami hapus dari kamus sekolah ini. Sebagai gantinya, kami menyajikan aktivitas interaktif, permainan edukatif, program Pagi Ceria, serta pembiasaan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Kami juga menyelipkan materi khusus tentang etika bermedia sosial agar anak-anak bijak berteknologi di era digital," terang Miftahus.

Atmosfer hangat dan ramah ini dirasakan langsung oleh para peserta. Muhammad Holik, salah satu murid baru Kelas X, mengaku sempat cemas sebelum mengikuti kegiatan. Namun, kekhawatirannya meleleh saat melihat keramahan para guru dan senior.

"Awalnya deg-degan, takut ada senioritas seperti cerita-cerita lama. Tapi ternyata seru sekali! Banyak game interaktif, temannya ramah-ramah, dan acaranya bikin heboh tapi tetap tertib. Saya jadi tidak sabar untuk mulai belajar di sini," ungkap Holik dengan senyum lebar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar